1. Divergen
adalah pergerakan lempeng tektonik yang saling menjauh satu sama lainnya (break
apart) atau terpecah. Ketika lempeng
tektonik terpecah, lapisan lithosfer menipis dan akan terbelah membentuk batas divergen. Bila pergerakan ini terjadi pada lempeng samudra,
akan menyebabkan pemekaran lempeng samudra yang menghasilkan palung laut. Namun
bila pergerakan terjadi pada permukaan lempeng benua, maka akan menghasilkan
lembah retakan akibat kedua lempeng saling berjauhan.
Showing posts with label tektonik. Show all posts
Showing posts with label tektonik. Show all posts
Sunday, April 9, 2017
Proses terjadinya cekungan di sumatra
Penjelasan mengenai periode tektonik
wilayah sumatera terbagi menjadi 3 daerah berdasarkan letak cekungan yang ada
di sumatera yaitu cekungan Bengkulu yang menandakan forearc basin, cekungan
Sumateratengah yaitu central basin dan cekungan Sumatera Selatan yang merupakan
backarc basin. Berikut adalah penjelasan masing – masing periode yang terjadi
di masing – masing cekungan tersebut.
Zona subduksi dan obduksi
1. Zona Obduksi
Zona Subduksi merupakan zona yang terdapat pada
batas antar lempeng yang bersifat konvergen. Akibat perbedaan massa jenis
antara kedua jenis lempeng tersebut, maka lempeng yang lebih besar massa
jenisnya menunjam kebawah lempeng lainnya. Penunjaman ini terjadi di
batas antar lempeng samudra dan benua atau di antara sesama lempeng samudra.
Zona Subduksi adalah salah satu tempat bagi tebentuknya deretan gunung berapi
dan gempa bumi.
Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basa daripada lempeng benua.
Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basa daripada lempeng benua.
Tahap perkembangan tektonik pulau sumatra
Peristiwa Tektonik yang berperan dalam
perkembangan Pulau Sumatra dan Cekungan Sumatra Selatan menurut Pulonggono dkk
(1992) adalah:
- Fase kompresi yang berlangsung dari Jurasik awal sampai Kapur. Tektonik ini menghasilkan sesar geser dekstral WNW – ESE seperti Sesar Lematang, Kepayang, Saka, Pantai Selatan Lampung, Musi Lineament dan N – S trend. Terjadi wrench movement dan intrusi granit berumur Jurasik – Kapur.
Gambar Fase
Kompresi Jurasik Awal Sampai Kapur dan Elipsoid Model (Pulonggono dkk,
1992).
Kerangka tektonik pulau sumatra
Pulau Sumatra terletak di baratdaya dari
Kontinen Sundaland dan merupakan jalur konvergensi antara Lempeng
Hindia-Australia yang menyusup di sebelah barat Lempeng Eurasia/Sundaland.
Konvergensi lempeng menghasilkan subduksi sepanjang Palung Sunda dan pergerakan
lateral menganan dari Sistem Sesar Sumatra.
Subduksi dari Lempeng Hindia-Australia
dengan batas Lempeng Asia pada masa Paleogen diperkirakan telah menyebabkan
rotasi Lempeng Asia termasuk Sumatra searah jarum jam. Perubahan posisi Sumatra
yang sebelumnya berarah E-W menjadi SE-NW dimulai pada Eosen-Oligosen.
Perubahan tersebut juga mengindikasikan meningkatnya pergerakan sesar mendatar
Sumatra seiring dengan rotasi. Subduksi oblique dan pengaruh sistem
mendatar Sumatra menjadikan kompleksitas regim stress dan pola strain
pada Sumatra (Darman dan Sidi, 2000)
Sistem subduksi pulau sumatra
Pada akhir Miosen, Pulau Sumatera
mengalami rotasi searah jarum jam. Pada zaman Pliopleistosen, arah struktur
geologi berubah menjadi barat daya-timur laut, di mana aktivitas tersebut terus
berlanjut hingga kini. Hal ini disebabkan oleh pembentukan letak samudera di
Laut Andaman dan tumbukan antara Lempeng Mikro Sunda dan Lempeng
India-Australia terjadi pada sudut yang kurang tajam. Terjadilah kompresi
tektonik global dan lahirnya kompleks subduksi sepanjang tepi barat Pulau
Sumatera dan pengangkatan Pegunungan Bukit Barisan pada zaman Pleistosen. Saturday, March 15, 2014
Pengertian gempa
Gempa merupakan getaran yang
terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingan atau
kelengkungannya. Jika batas kelentingan tersebut terlampaui maka akan
menghasilkan sebuah getaran. Gempa dibedakan menjadi gempa tektonik, vulkanik,
dan longsoran.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempattumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuh...
-
Tekstur tanah di lapangan dapat dibedakan dengan cara manual yaitu dengan memijit tanah basah di antara jari jempol dengan jari telunjuk, ...
-
1. Zona Obduksi Zona Subduksi merupakan zona yang terdapat pada batas antar lempeng yang bersifat konvergen. Akibat perbedaan mas...
-
Ketika mengukur temperatur dengan menggunakan termometer , terdapat beberapa skala yang digunakan, di antaranya skala Celsius , skala Rea...
-
Aktivitas matahari disebabkan oleh ketidaksamaan suhu di setiap bagian matahari. Aktivitas matahari itu berupa gumpalan matahari (granula)...
