Showing posts with label geologi. Show all posts
Showing posts with label geologi. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Tekstur tanah

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempattumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman danmenyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman,yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan,industri perkebunan, maupun kehutanan.

Sunday, April 9, 2017

Formasi batuan di pulau sumatra

  • Formasi Brani
Terdiri dari konglomerat bewarna coklat keunguan , berkerikil dengan aneka fragment berupa andesit, batu gamping, batusabak dan argilit, granit, kuarsit, kadang-kadang arkosic gristand yang berbutir kasar , terpilah buruk meyudut dan memudar tanggung, padat keras sampai dapat di remas umunya tidak berlapis. Tebalnya mencapai lebih dari 646 meter
  • Formasi Sangkarewang
Formasi ini dikenal karena ditemukanya fosil ikan air tawar yang berumur tersier awal. Formasi ini terdiri dari serpih berlapis tifis berwarna kelabu gelap kecoklatan sampai hitam plastis gamping mengandung mineral karbon, mika, pirit, dan

Gerak konvergen, divergen dan transform

1. Divergen adalah pergerakan lempeng tektonik yang saling menjauh satu sama lainnya (break apart) atau terpecah. Ketika lempeng tektonik terpecah, lapisan lithosfer menipis dan akan terbelah  membentuk batas divergen. Bila pergerakan ini terjadi pada lempeng samudra, akan menyebabkan pemekaran lempeng samudra yang menghasilkan palung laut. Namun bila pergerakan terjadi pada permukaan lempeng benua, maka akan menghasilkan lembah retakan akibat kedua lempeng saling berjauhan.

Proses terjadinya cekungan di sumatra

Penjelasan mengenai periode tektonik wilayah sumatera terbagi menjadi 3 daerah berdasarkan letak cekungan yang ada di sumatera yaitu cekungan Bengkulu yang menandakan forearc basin, cekungan Sumateratengah yaitu central basin dan cekungan Sumatera Selatan yang merupakan backarc basin. Berikut adalah penjelasan masing – masing periode yang terjadi di masing – masing cekungan tersebut.

Zona subduksi dan obduksi

1.    Zona Obduksi
Zona Subduksi merupakan zona yang terdapat pada batas antar lempeng yang bersifat konvergen. Akibat perbedaan massa jenis antara kedua jenis lempeng tersebut, maka lempeng yang lebih besar massa jenisnya menunjam kebawah lempeng lainnya. Penunjaman ini  terjadi di batas antar lempeng samudra dan benua atau di antara sesama lempeng samudra. Zona Subduksi adalah salah satu tempat bagi tebentuknya deretan gunung berapi dan gempa bumi.

Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basa daripada lempeng benua.

Tahap perkembangan tektonik pulau sumatra

Peristiwa Tektonik yang berperan dalam perkembangan Pulau Sumatra dan Cekungan Sumatra Selatan menurut Pulonggono dkk (1992) adalah:

  • Fase kompresi yang berlangsung dari Jurasik awal sampai Kapur. Tektonik ini menghasilkan sesar geser dekstral WNW – ESE seperti Sesar Lematang, Kepayang, Saka, Pantai Selatan Lampung, Musi Lineament dan N – S trend. Terjadi wrench movement dan intrusi granit berumur Jurasik – Kapur. 
Gambar Fase Kompresi Jurasik Awal Sampai Kapur dan Elipsoid Model (Pulonggono dkk, 1992).

Kerangka tektonik pulau sumatra

Pulau Sumatra terletak di baratdaya dari Kontinen Sundaland dan merupakan jalur konvergensi antara Lempeng Hindia-Australia yang menyusup di sebelah barat Lempeng Eurasia/Sundaland. Konvergensi lempeng menghasilkan subduksi sepanjang Palung Sunda dan pergerakan lateral menganan dari Sistem Sesar Sumatra.

Subduksi dari Lempeng Hindia-Australia dengan batas Lempeng Asia pada masa Paleogen diperkirakan telah menyebabkan rotasi Lempeng Asia termasuk Sumatra searah jarum jam. Perubahan posisi Sumatra yang sebelumnya berarah E-W menjadi SE-NW dimulai pada Eosen-Oligosen. Perubahan tersebut juga mengindikasikan meningkatnya pergerakan sesar mendatar Sumatra seiring dengan rotasi. Subduksi oblique dan pengaruh sistem mendatar Sumatra menjadikan kompleksitas regim stress dan pola strain pada Sumatra (Darman dan Sidi, 2000)

Sistem subduksi pulau sumatra

Pada akhir Miosen, Pulau Sumatera mengalami rotasi searah jarum jam. Pada zaman Pliopleistosen, arah struktur geologi berubah menjadi barat daya-timur laut, di mana aktivitas tersebut terus berlanjut hingga kini. Hal ini disebabkan oleh pembentukan letak samudera di Laut Andaman dan tumbukan antara Lempeng Mikro Sunda dan Lempeng India-Australia terjadi pada sudut yang kurang tajam. Terjadilah kompresi tektonik global dan lahirnya kompleks subduksi sepanjang tepi barat Pulau Sumatera dan pengangkatan Pegunungan Bukit Barisan pada zaman Pleistosen. 

Thursday, April 6, 2017

Pengertian Konsistensi tanah

Konsistensi tanah adalah daya kohesi dan adhesi diantara partikel-partikel tanah dan ketahanan (resistensi) massa tanah tersebut terhadap perubahan bentuk oleh tekanan atau berbagai kekuatan yang dapat mempengaruhi. Konsistensi tanah ditentukan oleh tekstur dan struktur tanah.

Pentingnya konsistensi tanah ialah untuk menentukan cara penggarapan tanah yang efisien dan penetrasi akar tanaman di lapisan tanah bawahan. Tanah yang bertekstur pasir bersifat tidak lengket, tidak liat (non plastic) dan lepas-lepas. Sebaliknya

Saturday, March 29, 2014

Jenis-jenis batuan

Dilihat dari strukturnya, litosfer terdiri atas berbagai jenis batuan yang perbedaaanya dapat dikenali dari ciri-ciri fisik maupun kimiawinya. Ber­dasarkan proses terjadinya, batuan-batuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi batuan beku, batuansedimen dan batuan malihan atau metamorf. Batuan tersebut semuanya berasal dari ”induk” yang sama yaitu magma.

Saturday, March 15, 2014

Pengertian gempa

Gempa merupakan getaran yang terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingan atau kelengkungannya. Jika batas kelentingan tersebut terlampaui maka akan menghasilkan sebuah getaran. Gempa dibedakan menjadi gempa tektonik, vulkanik, dan longsoran.

Popular Posts